Tour at Teluk Kuantan



Hai, gue mau berbagi sedikit tentang pengalaman dan cerita gue yang baru aja gue alami bersama 11 orang teman gue yang lainnya. Mereka ini, teman-teman yang gue kenal lewat takdir dan jalan hidup gue di kelas B jurusan sistem informasi.
Oke, ini adalah laporan perjalanan. Eh bukan, sebenarnya ini adalah cerita yang gue bikin mirip dengan laporan perjalanan. Maksudnya bukan buat pamer sih, Cuma buat berbagi keteman-teman sedikit tentang Touring yang kami lakukan tanpa persiapan. Mendadak dan langsung jadi 
Kamis pagi
Gue sama salah satu yang tergabung dalam Deetail_M2 (maru) tiba-tiba ngomongin masalah “Ngejenguk Mitha (personil detail juga)” yang lagi sakit di Taluk Kuantan saat mata kuliah belum dimulai. Sebelumnya gue sama maru juga pernah nekat buat touring ke Taluk berdua aja :D
Cerita-cerita pun berlanjut hingga mata kuliah pertama selesai dan mata kuliah kedua baru akan dimulai. Kami berdua berencana mengajak cowok dikelas kami untuk bergabung bersama kami. Aka dan Abd yang saat itu kami ajak lumayan menolak karna Abd udah berencana akan berangkat ke Air Terjun Martuah di Rohul bersama teman-teman di SMK.
Di akhir mata kuliah, akhirnya Abd dengan sangat mendadak menginstruksikan untuk mengumpulkan cewek-cewek kelas yang mau ikut touring bersama ke Taluk Kuantan. “mendadak”
Semua anak cewek kelas B di hubungi untuk mencari tau siapa saja yang bisa dan mau ikut, tapi kebanyakan mereka sudah ada rencana masing masing, dimulai dari agenda, acara, pulang kampung, gak dapat izin dan lain sebagainya.
Sore menjelang.
Didapatkan cewek yang pasti bisa pergi hanya Desi, Dewi, Maru, dan Aisyah.
Namun masalah pertama yang ditemui adalah “Motor”
Entah bagaimana caranya. Ketika sore sudah hampir habis, gue  keingat bahwa gue ada rapat bersama pengurus inti di organisasi gue. Akhirnya gue memutuskan untuk tidak ikut serta dalam Touring kali ini. Meskipun sebenarnya gue kepengen ikut.
17:12 Aka negPING BBM gue karna memastikan gue bakal ikut atau tidak. GALAU melanda
17:19 PM dewi pratiwi membuat gue ngerasa bersalah karna gak ikut Touring padahal gue yang minta dia izin sama nenek nya buat bisa pergi, nah masa gue yang ngebatalin diri buat gak pergi -,-
17:31 gue memutuskan buat ikut ke Taluk dan meninggalkan rapat organisasi pengurus inti. (maaf pak ketua)
17:57 Nofrison nelfon untuk memastikan kepergian gue (tunggu gue class b)
Dengan sangat tergesa-gesa gue ganti pakaian dan menarik apa saja yang ada didepan mata, entah apa aja benda yang gue bawa, yang pasti gue ngerasa semuanya penting buat gue bawa :)
18:18 gue sampai di rumah Aka dan terlihat semua nya sudah siap dengan ransel dan helm dan motor yang akan membawa kami menuju kota Teluk Kuantan.


sesaat sebelum berangkat kekota Teluk Kuantan


Are you ready friends? okeeeee berangkaaaaaat 
18:22 kami sampai di rumah roni untuk mengantarkan motor karna pada akhirnya diketahui motor yang ada sangat berlebih. Oke yang shalat pun shalat di rumah roni, dan kami memutuskan untuk pergi setelah shalat magrib
18:40 kami berangkat
18: 46 kami berhenti di POM bensin kubang raya untuk menambah persediaan minyak kami.
18:57 kami berangkat menuju kota Teluk Kuantan
20:28 kami berhenti disebuah kedai makanan ringan untuk melepas lelah.  Malam ini banyak sekali kegembiraan.









berhenti buat ngelepas lelah sebentar disalah satu warung pinggir jalan di lipat kain. ayo foto bersama ceeeeeezzzz!! :D





hihi udah mau jalan masih sempat-sempatnya foto. ehhh si desi -_-"



21:49 sampai dirumah Aka
22:10 Kami di sambut dengan baik oleh mama Aka, disediakan makan malam (telur gulai) dan setelah kami makan malam kami lanjut berkumpul kumpul di tempat duduk-duduk bawah pohon mangga depan rumah Aka (kata syarif sih itu pohon rambutan – haha syarif syarif) dan menyanyikan lagu. Namun, apapun kunci gitar yang dimainkan Aka dan Ison lagu yang disambung tetap “selimut tetangganya-Repvblik”









Duhduh udah diKoto baru masih saja kita bawa-bawa itu selimut tetangga ya kawan~
22:52 kami yang cewek memutuskan untuk kekamar dan melanjutkan cerita dikamar.

(foto empat)

Yang cowok?
Time cowok-cowok class B.
Seterdengar kami mereka masih gitaran dan makan-makan snack kecil didepan rumah aka, ntah cerita lain apa yang mereka tertawakan bersama sampai suara tertawa mereka mengundang kami untuk keluar dan bergabung. Tapi apalah daya, lelah masih menggerayangi sekujur badan kami. Jadi kami berempat memutuskan untuk beristirahat. Gue orang pertama yang tidur, lalu disusul dewi, marwiyah dan terakhir aisyah
07:06 kami dikejutkan oleh alarm yang luar biasa dari hape Dewi -_-“
Berlanjut membantu mama aka masak untuk sarapan kami, mandi bergantian. Sementara yang cowok mandi di sungai, yang katanya sih cuma khusus cowok.
08:12 kami sarapan pagi dengan makanan yang telah disediakan mama aka (tahu+ikan teri) (gulai nangka+ayam) makasih tante 
09:08 kami berangkat menuju kota teluk kuantan


-          Aka+Nofrison
-          Dewi+Syarif
-          Aisyah+Hafiz
-          Marwiyah+Roni
-          Desi+Abd
-          Rio+Imam
09:25 berhenti di SPBU muara lembu


10:33 sampai di kota teluk kuantan


tugu piring kota Teluk Kuantan


10:48 sampai di rumah mitha
Gue dan marwiyah cari buah-buahan untuk jenguk mitha, masa jenguk orang sakit gak bawa buah-buahan. Kan gak lucu -_-
Kami bercerita-cerita, foto-foto juga:D

cerita yang paling hangat dan mengundang tawa malam itu jelas cerita tentang imam yang ketinggalan di depan masjid di lipat kain. Imam yang kami juluki sebagai “anak gadis” malam itu :’)
Sementara kami melepas lelah, yang cowok sibuk gitaran didepan rumah mitha yang berhadapan langsung didepan lokasi pacu jalur Teluk Kuantan.



Melihat keasyikan mereka yang cowok kami menyusul kedepan rumah mitha sambil foto-foto.
Ini jepretan kami siang itu :D

(foto sepuluh)

Setelah berfoto, tibalah waktu nya untuk para laki-laki melaksanakan shalat jum’at. Sementara kami (gue, dewi, aisyah, marwiyah) browsing apa saja yang bisa kami browsing siang itu. Dimulai dari twitter, youtube dan lain-lain lewat computer nganggur dirumah mitha . Tidak beberapa lama kemudian yang cowok pulang dari shalat jum’at. Kami mempersingkat waktu, tidak lama-lama lagi buat bercerita ini itu karena mengingat kami juga harus balek kepekan hari ini juga.
Setelah meletakkan makanan dan minuman santap siang kami siang itu, kami pun menikmati makan siang yang sudah disediakan oleh mama mitha untuk kami semua.

(foto sebelas)

Setalah makan siang, kami beristirahat sebentar dan setelah berpamitan sama kedua orang tua mitha, kami pun berangkat menuju Air terjun Guruh Gemurai.
Bismillah
14:22 kami menunggu di simpang menuju Air Terjun dan Teluk Kuantan dikarenakan Marwiyah dan Roni yang kesasar entah sampai kemana. Kami (gue, dewi, abd, syarif, rio, imam)
15:22 sampai di Air Terjun Guruh Gemurai
Air Terjun Guruh Gemurai Kab. Kuantan Singingi




16:39 kami berangkat menuju kota pekanbaru
PEKANBARU I’m coming
Thank you Teluk Kuantan. Maybe, we will visit again
09:25 berhenti di palang masuk kota Teluk Kuantan, rio kehabisan bensin
18:41 berhenti, Abd kehabisan bensin. Sambil makan gorengan yang dibeli Aka.
18:48 empat dari enam motor yang dikendarai kena jackpot (masuk lubang) entah apa yang difikiran cowok-cowok kelas ini, setiap kemasukan lobang pasti teriak “JACKPOT’ haha 
Thanks class B
19:17 sampai dirumah aka, lalu kami dikasih kue yang mirip sama bolu komojo tapi terbungkus dari kantung semar
Keren deh, itu yang buat mama nya Aka. Makasih tante 
20:18 sampai di jembatan kembar
20:27 kami berhenti didepan masjid raya baitul ihsan Lipat Kain sambil melepas lelah, dikarenakan perjalanan pulang yang luar biasa. Bagai dikejar hantu gitu ceritanya :D
22:02 kami sampai di simpang kubang raya, Nofrison tukaran sama Syarif untuk bergantian bawa motor beat nya Abd.
22:14 ban motor yang dibawa Syarif bocor-_-
22:21 baru ketemu sama yang namanya tambal ban dan si Abd ituuuuuu, asik menertawakan di syarif. Itukan yang bocor motor mu bedeeeeeeee -_____-
23:11 sampai kost Aka
23:32 sampai kost Gue.
Lelah pakai banget. TIDUR
Terimakasih untuk kalian semua.
Terimakasih Aka yang udah ngeboncengin dari kost Aka sampai rumah roni.
Terimakasih Nofrison yang udah ngeboncengin dari pekanbaru-kerumah aka, dari rumah aka-kepekanbaru
Terimakasih Abd yang udah ngeboncengin dari rumah aka-teluk kuantan. Teluk kuantan-Air terjun. Air terjun-rumah Aka.
Terimakasih Syarif yang udah ngeboncengin dari simpang kubang raya sampai kost Aka.
Terimakasih Rio+Imam yang udah nungguin di Masjid berlambu kuning.
Terimakasih Dewi, Marwiyah, Aisyah untuk perjalanan ini. I love my deetail.
Terimakasih Roni yaa untuk perjalanan ini
Terimakasih Hafiz atas perjalanan ini.
Kesan yang gue dapat dari perjalanan selama 29 jam ini. Terimakasih teman-teman kelas B. terimakasih teman-teman. Terimakasih untuk perjalanan luar biasa ini, terimakasih udah baik selama 29 jam ini ya cowok-cowok kelas B. semoga akan ada perjalanan lain setelah ini 

Konsep Stakeholder



Konsep Stakeholder (pemangku kepentingan perusahaan)

Pengenalan terhadap konsep lingkungan organisasi perusahaan yang berkembang sejalan dengan berkembangnya pendekatan system dakam manajemen, telah mengubah cara pandang manajer dan para ahli teori manajemen terhadap organisasi, terutama mengenai bagaimana suatu organisasi perusahaan dapat menacapai tujuannya secara efektif. Melalui pengakuan terhadap berbagai elemen di lingkungan luar perusahaan yang akan berpengaruh terhadap efetifitas peencapaian tujuan. Para peneliti di Stanford Research Institute (SRI) memepertkenalkan konsep stakeholder pada tahun 1963 (Freeman dan Reid. 1983: 89) yang mula-mula merujuk pada pengertian :

            “those groups without whose support the organizing would cease to exist”
            (berbagai kelompok tertentu tanpa dukungan mereka perusahaan akan terhenti)

            Freeman (1984: 46), mendefinisan stakeholder sebagai “setiap kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pencapaian tujuan perusahaan” pada awalnya yang dimaksud dengan stakeholder mencangkup para pemegang saham (share owner), para karyawan(employer), para pelanggan (customers), para pemasok (supplier), dan para pemberi pinjaman (lenders) dan masyarakat luas (society).
            Berbagai gerakan yang terjadi selama tahun 1960-an sampai tahun 1970-an , seperti: gerakan untuk menuntut hak-hak sipil (civil rights), gerakan anti perang, gerakan konsumerisme (consumersm), gerakan aktivis lingkungan hidup (environmentalism), dan gerakan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan (women’s right) telah menjadi katalis untuk meninjau kembali peran perusahaan bisnis dalam masyarakat. Ansoff (Freeman dan Reid. 1983) menekankan pentingnya pengelola perusahaan untuk menyeimbangkan berbagai klaim yang bertentangan dari para stokeholder terhadap aktivitas yang dilakukan perusahaan. Sedangkan Dill (Freeman dan Reid, 1983) menekankan pentingnya memperhitungkan peran yang dapat dilakukan stakeholder dalam mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh manajer perusahaan. Dalam kaitan ini, Dill menyatakan:
For a long time, we have assumed that the views and the inititive of stakeholders could be dealt with as externalities to the strategic planning and management process: as data to help management shape decisions, or as legal and social constraint to limit them. We have been reluctant, though, to admin the idea that some of these outside stakeholder influence toward stakeholder participation.
(Sekian lama kita menganggap para pemangku kepentingan dapat diperlakukan sebagai factor yang berada diluar perencanaan strategik dan proses manajemen, yakni hanya sebatas sebagai data yang akan membantu manajamen membuat keputusan atau hanya sebagai tatanan hokum yang akan membatasi  perencanaan strategic atau proses manajemen. Meskipun terpaksa, pada akhirnya kita harus mengakui ide yang menyatakan bahwa para pemangku kepentingan diberi peran aktif dalam pembuatan keputusan yang dibuat manajemen. Terlebih pada saat ini dimana kita tidak hanya memperhatikan pengaruh para pemegang saham tetapi juga partisipasi para pemangku kepentingan).
Pada tahun 1962, Rachel carson menulis buku yang berjudul Silent Spring. Di dalam buku tersebut Carson yang memiliki latar belakang keahlian di bidang biologi laut menjelaskan pengaruh buruk penggunaan Dichiloro Diphenyl Trichloroethane Trich (disingkat DDT) terhadap manusia dan lingkungan hidup (terutama binatang liar seperti burung) Berdasarkan penelitian yang dilakukannya sejak paruh waktu terakhir tahun 1950-an, Carson berpendapat bahwa penggunaan DDT dalam jumlah yang besar sebagaimana yang dilakukan di Amerika Serikat pada saat itu dapat memicu penyakit kanker pada manusia serta mengakibatkan cangkang telur  unggas menjadi lembek dimana hal tersebut mengakibatkan kematian unggas-unggas liar.
DDT sendiri pertama kali dibuat pada tahun 1874, tetapi kemampuannya sebagai insektisida baru ditemukan pada tahun 1939. Fungsi DDT sebagai insectisida terutama banyak digunanakan oleh para tentara yang banyak diterjunkan ke medan perang, dimana DDT dapat membunuh berbagai serangga yang menjadi vector penyebaran berbagai penyakit seperti malaria, tipus, dan berbagai penyakit lainnya yang ditularkan oleh serangga.
Karya carson telah menjadi tonggak dalam gerakan lingkungan hidup (environmental movement) dan mendorong pelarangan penggunaan DDT pada tahun 1972 di sebagian besar wilayah di Amerika Serikat.
Bayangkan apa yang akan menimpa perusahaan anda bial perusahaan anda adalah produsen DDT? Jawaban yang pasti adalah perusahaan anda akan mengalami kerugian jutaan dollar akibat adanya larangan penggunaan DDT terutama untuk memberantas nyamuk yang menjadi vector penyebaran penyakit malaria. Dalam salah satu argumennya yang menentang kesimpulan buku Silent Spring, Robert White Stephens, seorang juru bicara dari kalangan industry kimia menyatakan, “If man were to follow teachings of Mrs. Carson, we would return to the Dark Ages, and the insects and diseases and vermin would once again inherit the earth”
Meskipun karya Carsonmasih menjadi kontroversi hingga saat ini (sehingga fenomena ini mendorong aktivis lingkungan lainnya Priscilla Coit Murphy menulis buku berjudul “What A Book Can Do: The publication and Reception of Silent Spring”). Satu pelajaran menarik yang dapat kita ambil darifenomena Silent Spring adalah bagaimana kepentingan Stakeholder dapat mengahalangi tercapainya tujuan perusahaan.
Studi kasus diatas menceritakan bagaiamana masyarakat luas memengaruhi pencapaian tujuan perusahaan, sehingga keberadaan mereka harus diperhitungkan sebagai pihak yang memiliki stake (kepentingan) terhadap operasional perusahaan.
Menyadari adanya realitas baru hubungan antara perusahaan coorporasi dengan stakeholder Freeman dan Reed (1983 : 91) mengajukan dua rumusan stakeholder , yakni : stakeholder dalam pengertian luas (the wide sense of stakeholder), dan stakeholder dalam pengertian sempi (the narrow sense of stakeholder).
Yang termasuk kedalam stakeholder dalam pengertian ini mencangkup : kelompok kepentingan public, kelompok yang melakukan aktifitas protes (protest groups, pegawai pemerintah, asosiasi perdagangan, pesaing, serikat pekerja dan juga karyawan, pelanggan pada secmen tertentu, dan pemegang saham.
Yang termasuk kedala kategori stakeholder ini adalah karyawan, pelanggan pada secmen tertentu, pemasok tertentu, pegawai kunci di pemerintahan, kreditor tertentu, dan pemegang saham.

1.      Yang termasuk ke dalam kategori inside stakeholder adalah pemegang saham (share holder), para manager(managers), dan karyawan (works force).
Pemegang saham (shareholders) adalah pemilik perusahaan, apabila perusahaan berbentuk perseroan terbatas. Untuk  perusahaan persekutaun (partnership), pemilik perusahaan adalah para sekutu yang melakukan penyetoran modal. Sedangkan bagi perusahaan perorangan (single propietorship), pemilik usahanya adalah pengusaha itu sendiri yang melakukan investasi dengan menanggung seluruh resiko usaha yang dijalankan.
      Para pemilik perusahaan memiliki tuntutan terbesar terhadap sumber daya perusahaan. Para pemegang saham memberikan kontribusi kepada perusahaan dengan cara membeli saham perusahaan atau mendirikan perusahaan perseroan. Mereka berhak atas keuntungan yang diperoleh perusahaan, yang dibagikan kepada mereka dalam bentuk dividen maupun keuntungan yang dapat mereka peroleh karena terjadinya peningkatana harga saham. Para investor (dalam hal ini pemegang saham) akan menarik dukungannya dari perusahaan dan memindahkan dana mereka ke investasi yang lebih prospektif, apabila perusahaan terus merugi.
Para manager (managers). Manajer merupakan pekerja perusahaan yang bertanggung jawab untuk mengoordinasi berbagai sumber daya organisaasi dan memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai.
      Kontribusi para manajer terhadap perusahaan adalah berupa berbagai kemampuan dan keahlian yang digunakan untuk mengelola perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan dari peluang-peluang usaha dan meminimalisasi resiko dari berbagai ancaman usaha (threats). Misalnya kemampuan seorang manager untuk membuka pasar global, mengidentifikasi produk baru yang profitable, menekan biaya produksi atau mengatasi masalah-masalah teknologi produksi merupakan berbagai kemampuan yang dapat menjembatani pencapaian tujuan perusahaan.
      Berbagai bentuk imbalan seperti gaji, bonus, maupun saham dan kepuasan psikologis yang mereka peroleh dari kegiatan mengelola perusahaan, akan mendorong para manager untuk menunjukkan kinerja terbaiknya. Sebaliknya apabila imbalan dan kondisi kerja yang ada tidak menarik, kemungkinan manager tersebut akan pindah ke perusahaan lain.
Karyawan (Workforce). Karyawan meliputi seluruh non manager( nonmanagerial employees). Karyawan memiliki serangkaian tugas yang harus dilakukan sesuai dengan uraian jabatan (job description) yang telah ditentukan oleh perusahaan.
      Kontribusi karyawan terhadap perusahaan adalah melalui pelaksanaan berbagai tugas dan kewajiban yang telah diberikan kepada mereka, dengan menggunakan berbagai kemampuan dan keahlian yang mereka miliki.
      Motivasi karyawan untyuk melakukan tugas dengan baik memiliki hubungan denga tingkatan imbalan(reward) dan hukuman(punishment) yang digunakan perusahaan untuk memengaruhi kinerja mereka. Karyawan yang merasa bahwa imbalan yang mereka terima tidak sepadan dengan tugas dan kewajiban yang harus mereka laukan, akan mengurangi kinerja mereka, bahkan akan berhenti dari perusahaan.
2.       
Yang termasuk kategori outside stakeholders adalah pelanggan (customers), pemasok (suppliers), pemerintah (government), kreditor(creditors), serikat pekerja(unions), komunitas local (local communities), masyarakat umum (general public) (Jones, 1995: 24)
Pelanggan(customers).  Pelanggan merupakan kelompok outside stakeholders yang paling besar jumlahnya. Pelanggan bersedia menukar uang yang mereka miliki dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Selama mereka beranggapan bahwa jumlah uang yang mereka bayarkan untuk membeli produk perusahaan minimal sebanding bahkan lebih kecil dibandingkan dengan manfaat atau kepuasaan yang akan mereka terima melalui konsumsi produk perusahaan
             Bila produk yang dibuat oelh perusahaan tidak berhasil memenuhi harapan pelanggan, dapat dipastikan pelanggan tersebut akan beralih kepada produk yang dihasilkan pesaing.

Pemasok (Suppliers) semakin tinggi tingkat persaingan antarindustri, semakin penting pula peran pemasok bagi perusahaan. Melalui pasokan input yang bermutu disertai dengan harga yang kompetitif, perusahaan dapat menghasilkan produk dengan kualitas dan harga yang bersaing. Hal ini akan meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk perusahaan, sehingga akan turut meningkatkan permintaan perusahaan terhadap bahan baku.
            Salah satu alasan popularitas mobil jepang dibandingkan mobil Amerika di mata konsumen adalah bahwa mobil Jepang membutuhkan perbaikan yang lebih sedikit dibandingakan mobil Amerika. Keandalan ini merupakan hasil dari penggunaan komponen-komponen kendaraan yang memiliki standar kualitas tinggi. Selain itu para pemasok mobil Jepang senantiasa melakukan peningkatan kinerja mereka dalam melakukan pasokan barang sebagai buah dari hasil kerjasama yang panjang antara pemasok dan pabrikan. Hubungan jangka panjang antara pemasok dengan perusahaan (pabrik) akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi jangka panjang bagi kedua belah pihak.
Pemerintah (government)  pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menerapkan berbagai produk perundang-undangan yang baru dan memengaruhi perusahaan. Sebagai contoh, berbagai perubahan peraturan perpajakan yang baru telah memengaruhi besaran pajak penghasilan yang harus di setorkan oleh perusahaan ke Negara. Demikian halnya dengan diberlakukannya Undang-Undang Lingkungan Hidup yang baru yang akan member dampak besar bagi perusahaan yang bergerak dalam berbagai industry seperti industri properti , pertambangan, perikanan, dan lain-lain. Perusahaan yang bergerak di bidang industry pendidikan juga akan sangat dipengaruhi oleh berbagai perubahan dalam berbagai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Berbagai contoh tersebut memperlihatkan besarnya kekuasaan yang dimiliki oleh pemerintah sebagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap operasionalisasi perusahaan.
Para Kreditor (creditors) Kreditor menyediakan sumber daya keuangan untuk digunakan di dalam kegiatan perusahaan. Sebagaiimbalan terhadap dana yang dipinjamkan ke perusahaan, pihak bank mengharapkan bunga. Kemampuan perusahaan untuk membayar bunga sangat bergantung kepada kinerja keuangan perusahaan. Oleh sebab itu, para kreditor sangat berkepentingan terhadap kinerja keuangan yang sehat dari suatu perusahaan.