Gak Selalu Malam Minggu itu Cerita tentang Cinta



Hallo assalamualaikum Wr.Wb
Gue mau ngepost tentang malam minggu gue di tanggal 12/12/15
Sebenarnya bukan karna tanggalnya yang lumayan bagus buat dijadiin tanggal jadian *inikode* *Jadianyuk*,tapi karna memang ada hal tidak biasa yang terjadi malam ini yang pengen gue share ke pengunjung blog gue yang sengaja kepo, nyesal nyasar atau pengunjung labil yang iseng. Ya gitu lah pokoknya.
Gue keluar kosan lepas maghrib karna udah janji sama sohib gue (SEBUT SAJA BUNGAA, iya BUNGA BANGKAI. haha *sorrybeb*) buat nemanin doi malam minggu (jomblo ya gitu, biar keliatan jalan dimalam minggu sering ngejadiin gue korban buat nyamarin kejombloannya. Gue mah pasrah aja, selagi itu juga bisa nyamarin status gue *ups*)
Malam minggu kali ini, gue agak malas-malasan keluar jika hanya sekedar menambah kemacetan lalu lintas atau nontonin pasangan yang tengah pamer kemesraan diatas motor disepanjang jalan -_-. karna bakal ada kegiatan yang nguras waktu dan tenaga gue seharian dikeesokan hari nya. Namun, karna udah terlanjur janji dan gue kasihan juga sama sahabat gue yang jiwa kejombloannya udah berontak pengen jalan akhirnya gue turutin maunya doi.
Panam - Arengka II
Baru beberapa KM, gerimis perlahan lalu akhirnya hujan turun membasahi kota Pekanbaru. Khususnya daerah panam dan sekitarnya. Awalnya gue gak pengen berhenti untuk berteduh. Gue pengen hujan-hujanan. Ya karna gue udah jatuh cinta pada hujan, setiap kali ia turun. Gue benar-benar jatuh cinta. (ini lebay)
Sahabat gue yang ngerasa risih jika harus basah-basahan malam minggu (mana bareng gue, kalau bareng pacarnya sih gue yakin doi okeoke aja -_-) doi mengeluarkan kalimat sakti yang ngebuat gue harus berfikir untuk mencari tempat yang ga bisa bikin kita basah, kalimat itu adalah “Kita berteduh ya Tek (Panggilan Kesayangan), cari ruko alfa**** atau indo***** (BRAND DISAMARKAN = bukan SPONSOR)”. Setelah melewati lembah, hutan, gunung, sawah dan lautan, akhirnya gue menghentikan kendaraan gue pada salah satu toko yang kalau gue boleh nebak sih kedai makanan yang ngejual aneka makanan cepat saji (INDO***, TEH, KOPI, dkk). Ditempat gue ngeberhentiin kendaraan gue juga udah nongkrong sepasang muda-mudi seumuran gue yang juga tengah berteduh.
Kalau lo ngeliat kondisi gue malam itu, lo pasti kasihan deh. Gue miris dan berasa NGENES banget jadi jomblo. Gimana enggak, gue duduk dan berhadapan dengan sepasang manusia yang tengah bercengkrama, ngobrol sambil tertawa seakan menertawakan keJOMBLOan gue. (APA SALAH GUE JADI JOMBLO TUHAAAAAAN) :’(
Sekitar satu jam telah berlalu, kondisi dimana gue lagi nonton ORANG PACARAN juga telah berakhir. Sepasang manusia tadi sepertinya risih karna gue tontonin makanya mereka cepat-cepat pergi meskipun hujan masih lumayan lebat. Beberapa waktu kemudian hujan masih belum menunjukkan tanda untuk berhenti. AKU RAPOPO !
Seorang bapak-bapak dengan kisaran usia 60-70 tahun tengah menghisap rokoknya, sesekali beliau meneteskan beberapa kali MINYAK ANGIN CAP KAP** (LAGI-LAGI BRAND di SAMARKAN) keujung lidahnya (MENGHILANGKAN RASA DINGINnya Pekanbaru, MAYBE). Dia mulai mengajak gue ngobrol karna gue baru aja pamit buat numpang duduk dikursi plastik yang beliau ambil dari dalam ruko.
“Kuliah Nak?” tanya beliau
“Iya pak, di UIN (Gak gue samarkan, karna kampus gue berhak terkenal hingga kemancanegara)”
“Oh, jurusan apa?” tanyanya kembali
“Sistem Informasi pak” jawab gue singkat
“Udah semester berapa?” Tanyanya lagi
“Tujuh pak”
Lalu pertanyaan beliau hingga asal serta tempat tinggal orangtua. Setelah gue menjelaskan tentang Nyokap gue yang asli Pariaman dan Bokap gue asli Kebumen. Beliau bertanya tentang suku gue. Gue terdiam, gue sama sekali gak pernah paham dan dikenalkan tentang suku sama Nyokap Gue. Karna notabene nya Nyokap gue sendiri besar di Sibolga bukan Pariaman. Gue juga gak pernah nginjekin kaki dikampung Nyokap karna Nyokap sendiri udah sejak usia 20 tahun tinggal di Duri (Kota kelahiran gue).
Bapak itu cerita banyak tentang Sumatera Barat. Termasuk pariaman dan tiku (kampung Nyokap). Gue hanya mendengarkan dengan seksama sesekali gue tertawa dengan gurauannya yang lucu menurut gue. Beberapa menit berlalu, bapak itu masuk kedalam ruko dan gue serta sahabat gue dihampiri oleh bapak yang lainnya (Lebih Muda penampilannya, sekitar 50-60 tahun tapi tegap seperti postur tubuh polisi). Sebelum bapak yang pertama pergi meninggalkan kami, beliau mengatakan (Ini ha anak awak, amaknyo asli tiku tapi ndak pernah pulang kampuang) sekilas gue dengernya gitu. Gue diceritain gitu hanya bisa senyum. Ya mau gimana, gitu lah kenyataannya. Gue beberapa kali memang pernah ke SUMBAR, tapi tidak untuk mengunjungi kampung Nyokap. Melainkan kampung teman gue atau kunjungan organisasi ke UNAND Padang.
Bapak yang kedua duduk dikursi yang tadi dipakai sama bapak yang pertama. Beliau cerita tentang wara-wirinya diseluruh Indonesia. Sudah hampir seluruh daerah beliau kunjungi, seperti Kalimantan, Sulawesi, Timor-timor (Timur Leste), Bali, NTT, dan wilayah lain diindonesia dari sabang sampai merauke.
Gue applause banget sama pengalaman orang zaman dulu. Seketika gue jadi ingat sama Bokap gue yang juga pengembara serta pengelana yang udah ngunjungin banyak daerah diIndonesia dan Asia seperti Malaysia dan Singapore.
Bapak yang kedua ini omongannya lebih berwibawa. Ya kebapakan banget lah. Gue hanya mendengar cerita beliau dengan baik (Seperti kata Nyokap, hargai orang yang lebih tua. Jadi gue gak mandang seperti apa pendidikannya yang jelas beliau lebih tua dan lebih banyak pengalaman dari gue yang belum ada apa-apanya)
Banyak pengalaman beliau yang buat gue Sureprised banget. Salah satunya beliau bilang pernah jadi kepala pengaman di UR belasan tahun silam. Waktu UR masih belum seperti sekarang. Menjadi pelopor keamanan terbaik dimasanya. Dimana ketika itu UR masih belum seperti kampus, tetapi lebih terlihat seperti tempat pacaran muda-mudi, tempat mojok, dan tempat huru-hara.  Kalau aja pada zaman sekarang beliau masih memimpin keamanan di kampus UR ya masalah kehilangan motor dan sepertinya gak perlu deh pakai sistem keamanan yang lagi implementasi di UR (Pendapat gue sih. Karna bapak ini kelihatan tegas dan GARANG. Mhihihihi)
Dari cerita beliau juga punya dua anak cowok dan dua anak cewek. Anak nomor tiga beliau bersikeras mau kuliah di UGM dan ditentang keras. Beliau gak mau anak perempuannya kuliah jauh tanpa pengawasan orangtua, gak dikasih izin. Akhirnya anak beliau kuliah di UR jurusan FMIPA Kimia smt 9. Udah skripsi dan baru aja melewati tahap Sempro senin lalu.
Beliau bilang, anak perempuannya boleh pacaran asalkan sama yang udah bekerja (Maksudnya gak minta uang sama orangtua lagi. Karna kalau anaknya jalan sama cowok itu, seenggaknya cowok ngebayarin makan dan jajan selama jalan. Kalau minta uang orang tua sama aja anak gadisnya menambah beban orangtua yang belum pasti bakal jadi mertuanya + SUMPAH INI BAGUS BANGET. Kalau cowok anaknya udah kerja juga gak masalah kan kalau emang ada niatan buat berumah tangga, beliau gak lagi khawatir jika anaknya dititipin sama lelaki yang seenggaknya buat makan anaknya bisa nanggung lah~)
Beliau juga cerita deket banget sama anak-anak ceweknya karna itu penting buat ngawasin dan mengontrol pertumbuhan anak perempuannya yang memang harus mendapatkan perhatian ekstra. Baginya anak perempuan adalah aset paling berharga, gak boleh lecet sedikitpun.
Beliau memberikan gue kuliah terbaik sebagai seorang Ayah menurut gue. Dimana beliau bilang jangan pernah memberikan kepercayaan 100% kepada lelaki manapun kecuali Ayah dan saudara sedarah. Karna hanya Ayah dan saudara sedarah yang berhak menitipkan luka dihati meskipun harus sedalam sumur.
Beliau bilang gak ada lelaki yang baik didunia ini hingga lelaki itu datang kerumahmu untuk meminta secara gentle kepada keluargamu. Menggantikan peran Ayah sebagai penjaga dan penangung dosa. Jangan percaya jika kamu diundang dalam acara apapun. Segelas air putih takkan pernah kamu sadari bahwa air itu ada obatnya, hingga kamu benar-benar tertidur dan sadar dalam keadaan tidak baik. Gue paham banget maksudnya. Nyokap gue juga sering bicara ginian.
Beliau pesan, jodoh gak bakal tertukar, gak bakal pergi kelain pelabuhan, gak akan mencari kelain tujuan. Kalau udah bergelar, punya kerjaan dan hidup dalam keadaan baik Jodoh akan datang mencari. Intinya, jaga diri sendiri sampai ada lelaki yang bersedia menjadi penjagamu kelak. 
Ayah dan Anak Perempuannya
Ada banyak yang kita tidak sadari ketika pacaran, dari dosa kecil hingga sebesar gunung yang biasanya muda-mudi mengatasnamakan cinta untuk menyamarkan dosa. Menghalalkan yang haram dan membenarkan keburukan. Karna ketika jatuh cinta, hati tertutup untuk kebaikan dan terbuka untuk keburukan. Hati buta oleh kebenaran dan melihat pada kesalahan.
Laki-laki baik tidak akan berani memacari tapi jika dia yakin wanitanya baik takkan mau kehilangan atau diklaim lelaki lain jadi miliknya. Jika ia belum mampu menikahi dia akan mendatangi orangtua wanitanya dan mengatakan sedang berusaha untuk mengklaim bahwa ia ingin putrinya dan TOLONG JANGAN BERIKAN PADA LELAKI LAIN SELAMA IA TENGAH BERUSAHA.
Kalimat beliau yang benar-benar keren bilang bahwa sebejat-bejatnya seorang ayah dimasa lalu atau masa kini nya takkan pernah memberikan izin kepada putrinya untuk jatuh pada lelaki bejat yang akan merusak anaknya. Sebaliknya, sebaik apapun seorang ayah baik masa lalu atau masa depannya jika tidak bisa membedakan lelaki baik atau buruk untuk putrinya sesungguhnya bukan hanya gagal sebagai seorang ayah namun jauh lebih hina jika disebut seorang lelaki.
INI SUGHOI BANGET.
Beliau juga bilang kadang suka kasihan sama anak-anak yang bisanya cuma morotin orangtua buat ini itu. Orangtuanya tau si anak kuliah dan tengah mencapai citacita tau-taunya kesana-sini. Ke club malam, huru-hara, ngedrugs. Bukan tentang berapa juta rupiah yang diminta sianak untuk kehidupannya yang bikin orangtua kecewa, tapi kerusakan kehidupan sianak kedepannya. Jika bisa dibayar dengan uang, ketika seorang anak gadis sudah tidak perawan, siayah pasti mau mengusahakan mencari berapapun agar kehormatan anaknya tetap terjaga hingga anaknya naik pelaminan.
Terakhir bapak ini nanya “Udah makan Desi?” karna sebelumnya sudah berkenalan dengan nama dan jurusan serta asal.
Gue jawab belum karna memang gue sama sahabat gue mau nyari makan. Karna keburu hujan dan sengaja berteduh jadi belum nemu nasi sampai malam gini. Meskipun udah nunjukin pkl. 21.00 WIB.
Waktu gue bilang belum, beliau ngeluarin uang senilai 30k terus nunjuk kesalah satu sudut gak jauh dari tempat gue berteduh, terus bilang “Ini uang, sana makan udah jam segini belum makan nanti kena magh. Kalau orangtuanya tau belum makan pasti marah. Bapak juga punya anak kalau jam segini belum makan pasti khawatir”
Gue udah nolak sebisa gue, tapi bapak itu bilang “Gak baik nolak rezeki” akhirnya gue nerima dan pergi ke arah tempat makan yang ditunjuk yang katanya enak dan murah. Jalan kaki. Kendaraan dan helm tetap gue parkir ditempat itu.
Benar deh, tempat yang ditunjuk bapak itu ternyata ampera nasi padang, bukan pondok nasi goreng seperti perkiraan gue awalnya. Setelah gue sama sahabat gue makan, gue balik lagi untuk kemudian mengambil motor dan berencana ingin langsung balik atau mencari tempat tongkrongan lain sekedar take a pict atau ngejus.
Ketika kami balik, bapak yang tadi ngasih uang udah berganti sama bapak lain yang gue kenal sebagai dosen universitas gue (tadi sempat kenalan juga, dan menjadi saksi gue dapat ceramah dari bapak yang ngasih banyak pelajaran dan cerita pengalaman berharga ke gue dan sahabat gue). Setelah pamitan dan mengatakan “sekalian sampein terimakasih kami dan kami pamit ya pak sama bapak yang tadi” ucap sahabat gue.
Lalu kami pergi menuju sebuah kafe yang pengen kami kunjungin.
Gue berencana mau ngeshare malam minggu gue kali ini karna setelah tiga tahun dipekan, gue baru ngalamin kejadian kayak gini sekali. Mendapatkan pelajaran berharga dari seorang yang tingkat pendidikannya dibawah gue tau pengalamannya segunung. Sifat kebapakan dan jika gue ngobrol sama Bokap kurang lebih bakal dapat nasehat seperti itu.
Baru aja kemarin gue ngebaca sebuah artikel dimana isinya adalah “kegalalan itu berawal dari ketika kau merasa telah mengetahui segala hal” sejak ngebaca pesan dari artikel itu gue berencana mengubah kebiasaan buruk gue dimana selalu merasa tau ini dan itu. Juga gue tengah dekat dengan seorang sahabat yang juga membawa dampak positif buat gue dimana sahabat gue ini memiliki kepribadian baik banget. Selalu berusaha menjadi pendengar yang baik meskipun tidak menyukai cerita silawan bicara, selalu merasa tengah belajar hal baru, mengatakan (LUAR BIASA, CERDAS dan bermacam-macam kalimat tasbih lainnya sebagai ucapan syukur) AllahuRabbi. Gue baru ngerasain ketika kita merasa kosong dan berusaha untuk menambah isi menjadi penuh, Allah naikkan kita dengan nilai yang lebih tinggi.
Seperti sebuah gelas, jika kita merasa gelas kita sudah penuh maka tidak akan ada tetesan cairan lain yang akan kita terima. Namun jika kita merasa gelas kita masih kosong, kita akan terus ditetesi dengan cairan lain yang mungkin cairan mengandung emas, intan dan berlian yang sangat berharga.
Ada banyak cara untuk menikmati kehidupan. Jika kita selalu bersyukur Allah bakal menambah kenikmatan yang kita rasakan. Sehingga kita takkan pernah merasa bahwa ada kekurangan dalam kehidupan kita. Jika kekayaan adalah segalanya tidak akan pernah terjadi kekosongan dalam diri pajabat dengan gaji puluhan bahkan ratusan juta rupiah sehingga ingin terus menambah dan menambah simpanan meskipun dengan cara yang tidak halal.
Jodoh takkan hilang, tulang rusuk takkan pernah tertukar. Jika kualitas dirimu benar-benar tinggi maka akan datang pasangan dengan kualitas yang sama untuk menjadi pendampingmu. Tidak perlu dicari akan datang jika sudah sampai pada waktunya. Jaga dirimu untuk menuntut pasangan yang terjaga
Sekian untuk cerita gue. Wassalam
(Jangan lupa buat ninggalin komentar, tanda lo pernah numpang lewat dipostingan gue yang ini. Terimakasih)

Tidak ada komentar: