The Miracle of Qiyamul-lail


Hai, Assalamualaikum.
 
Shalat Tahajjud
Sepanjang gue berada di dunia per-blog-an sekitar tiga tahun yang lalu, gue belum pernah ngepost tentang hal-hal yang berbau dengan keIslaman. Karna gue bisanya nulis tentang imagined dan pengalaman pribadi dalam blog gue.
Kali ini gue mau ngepost tentang THE MIRACLE OF QIYAMUL-LAIL atau SHALAT MALAM. Beberapa Firman Allah tentang shalat tahajjud adalah sbb
وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا
Artinya : “Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.” (QS. Al-Insaan: 26).
 . {وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79)}
Artinya: “Dan pada sebagian malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”. (QS : Al-Isro’ : 79).
Alasan gue ngepost topik ini bukan karna gue mendadak berubah atau berniat jadi Ustadzah atau penceramah. Tetapi karna berdasarkan pengalaman gue sendiri. Gue berencana untuk mengajak seluruh orang yang terpanggil hatinya.
Malam itu gue gelisah banget, ada banyak hal yang mengerayangi isi kepala gue tentang beragam masalah yang gue rasa sebesar gunung dan penyelesaiannya ada didasar lautan. Dalam dan jauh. Gue gak tau harus mengadu kepada siapa yang ada didunia ini. Yang mungkin bisa paham dan berempati pada masalah gue.
Beberapa waktu gue terbangun dan kembali mencoba tidur untuk menghilangkan rasa sakit dikepala gue atas hal yang gue sebut sebagai masalah. Dalam kegelisahan tersebut, gue mengotak-atik handphone gue untuk mencari sosial media yang bisa membantu gue, seenggak buat tertawa ngakak malam itu saja.
Tapi kemudian,pandangan gue tertuju pada salah satu buku yang ada dibarisan rak buku gue. Buku itu karangan seorang penulis yang lumayan terkenal di indonesia. Berisi tentang kehidupan seorang perempuan yang menjalankan peran sebagai Istri dan Ibu. Mengalami banyak masa sulit dalam hidupnya, tidak dihargai suami dan selalu mendapatkan perlakuan buruk dari mertuanya. (Bukan cerita ini yang bisa gue jadikan jawaban atas hilangnya kegelisahan hati gue). Gue teruskan membaca cerita itu (based on true story). Untuk kemudian setidaknya merasa bahwa ternyata masih ada manusia yang hidup lebih buruk dan mendapat cobaan lebih berat dari yang gue alami.
Dipertengahan cerita perempuan itu tidak pernah merasa takut akan hancur dalam hatinya yang lemah. Ia berusaha untuk mengambil perhatian sang mertua dan merebut kembali cinta sang suami. Anak-anaknya adalah alasan kenapa beliau harus terus bertahan. Baginya meskipun ada sejuta alasan untuk bersedih, jika dihadapannya ada satu alasan untuk bahagia maka sejuta alasan itu akan lenyap tanpa diminta.
Caranya adalah : carilah satu kebahagiaanmu dan hancurkan sejuta kesedihanmu lewat bahagia itu.
Perempuan yang dimaksud tidak pernah sekalipun meninggalkan Shalat Malam (Qiyamul-Lail) dalam hidupnya. Ketika pertama kali diperkenalkan tentang shalat malam oleh seorang sahabat yang beliau jumpai di sebuah majelis ta’lim.
Seketika gue tersadar dan ingin melaksanakan shalat malam waktu itu juga.
Disepanjang shalat gue, segala yang mengganjal dihati gue, gue adukan kepada Dzat yang gue percaya mendengar dan melihat kondisi gue yang begitu terpuruk. Gue cerita dan minta segala hal yang gue inginkan. Kelancaran dan tentang kekosongan hati gue.
Setelah itu gue tertidur dan bangun dikeesokan harinya. Sebuah panggilan menyadarkan gue tepat di pukul 04:48 WIB (Waktu shalat subuh di daerah gue tinggal). Seketika gue melihat handphone gue dan mengangkat panggilan tersebut. Sebuah kalimat dari seorang sahabat yang menyatakan akan membantu permasalahan yang tengah gue alami.
Satu hari setelahnya apa yang gue rasa sangat berat, tidak lagi pernah menjadi beban dan seakan hilang dalam satu malam. Allah tidak pernah sia-sia dengan apa yang hambaNya perbuat.
Saat gue sadar, segala masalah ada jalan keluarnya. Hanya bagaimana kita meminta Allah membantu dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Gak Selalu Malam Minggu itu Cerita tentang Cinta



Hallo assalamualaikum Wr.Wb
Gue mau ngepost tentang malam minggu gue di tanggal 12/12/15
Sebenarnya bukan karna tanggalnya yang lumayan bagus buat dijadiin tanggal jadian *inikode* *Jadianyuk*,tapi karna memang ada hal tidak biasa yang terjadi malam ini yang pengen gue share ke pengunjung blog gue yang sengaja kepo, nyesal nyasar atau pengunjung labil yang iseng. Ya gitu lah pokoknya.
Gue keluar kosan lepas maghrib karna udah janji sama sohib gue (SEBUT SAJA BUNGAA, iya BUNGA BANGKAI. haha *sorrybeb*) buat nemanin doi malam minggu (jomblo ya gitu, biar keliatan jalan dimalam minggu sering ngejadiin gue korban buat nyamarin kejombloannya. Gue mah pasrah aja, selagi itu juga bisa nyamarin status gue *ups*)
Malam minggu kali ini, gue agak malas-malasan keluar jika hanya sekedar menambah kemacetan lalu lintas atau nontonin pasangan yang tengah pamer kemesraan diatas motor disepanjang jalan -_-. karna bakal ada kegiatan yang nguras waktu dan tenaga gue seharian dikeesokan hari nya. Namun, karna udah terlanjur janji dan gue kasihan juga sama sahabat gue yang jiwa kejombloannya udah berontak pengen jalan akhirnya gue turutin maunya doi.
Panam - Arengka II
Baru beberapa KM, gerimis perlahan lalu akhirnya hujan turun membasahi kota Pekanbaru. Khususnya daerah panam dan sekitarnya. Awalnya gue gak pengen berhenti untuk berteduh. Gue pengen hujan-hujanan. Ya karna gue udah jatuh cinta pada hujan, setiap kali ia turun. Gue benar-benar jatuh cinta. (ini lebay)
Sahabat gue yang ngerasa risih jika harus basah-basahan malam minggu (mana bareng gue, kalau bareng pacarnya sih gue yakin doi okeoke aja -_-) doi mengeluarkan kalimat sakti yang ngebuat gue harus berfikir untuk mencari tempat yang ga bisa bikin kita basah, kalimat itu adalah “Kita berteduh ya Tek (Panggilan Kesayangan), cari ruko alfa**** atau indo***** (BRAND DISAMARKAN = bukan SPONSOR)”. Setelah melewati lembah, hutan, gunung, sawah dan lautan, akhirnya gue menghentikan kendaraan gue pada salah satu toko yang kalau gue boleh nebak sih kedai makanan yang ngejual aneka makanan cepat saji (INDO***, TEH, KOPI, dkk). Ditempat gue ngeberhentiin kendaraan gue juga udah nongkrong sepasang muda-mudi seumuran gue yang juga tengah berteduh.
Kalau lo ngeliat kondisi gue malam itu, lo pasti kasihan deh. Gue miris dan berasa NGENES banget jadi jomblo. Gimana enggak, gue duduk dan berhadapan dengan sepasang manusia yang tengah bercengkrama, ngobrol sambil tertawa seakan menertawakan keJOMBLOan gue. (APA SALAH GUE JADI JOMBLO TUHAAAAAAN) :’(
Sekitar satu jam telah berlalu, kondisi dimana gue lagi nonton ORANG PACARAN juga telah berakhir. Sepasang manusia tadi sepertinya risih karna gue tontonin makanya mereka cepat-cepat pergi meskipun hujan masih lumayan lebat. Beberapa waktu kemudian hujan masih belum menunjukkan tanda untuk berhenti. AKU RAPOPO !
Seorang bapak-bapak dengan kisaran usia 60-70 tahun tengah menghisap rokoknya, sesekali beliau meneteskan beberapa kali MINYAK ANGIN CAP KAP** (LAGI-LAGI BRAND di SAMARKAN) keujung lidahnya (MENGHILANGKAN RASA DINGINnya Pekanbaru, MAYBE). Dia mulai mengajak gue ngobrol karna gue baru aja pamit buat numpang duduk dikursi plastik yang beliau ambil dari dalam ruko.
“Kuliah Nak?” tanya beliau
“Iya pak, di UIN (Gak gue samarkan, karna kampus gue berhak terkenal hingga kemancanegara)”
“Oh, jurusan apa?” tanyanya kembali
“Sistem Informasi pak” jawab gue singkat
“Udah semester berapa?” Tanyanya lagi
“Tujuh pak”
Lalu pertanyaan beliau hingga asal serta tempat tinggal orangtua. Setelah gue menjelaskan tentang Nyokap gue yang asli Pariaman dan Bokap gue asli Kebumen. Beliau bertanya tentang suku gue. Gue terdiam, gue sama sekali gak pernah paham dan dikenalkan tentang suku sama Nyokap Gue. Karna notabene nya Nyokap gue sendiri besar di Sibolga bukan Pariaman. Gue juga gak pernah nginjekin kaki dikampung Nyokap karna Nyokap sendiri udah sejak usia 20 tahun tinggal di Duri (Kota kelahiran gue).
Bapak itu cerita banyak tentang Sumatera Barat. Termasuk pariaman dan tiku (kampung Nyokap). Gue hanya mendengarkan dengan seksama sesekali gue tertawa dengan gurauannya yang lucu menurut gue. Beberapa menit berlalu, bapak itu masuk kedalam ruko dan gue serta sahabat gue dihampiri oleh bapak yang lainnya (Lebih Muda penampilannya, sekitar 50-60 tahun tapi tegap seperti postur tubuh polisi). Sebelum bapak yang pertama pergi meninggalkan kami, beliau mengatakan (Ini ha anak awak, amaknyo asli tiku tapi ndak pernah pulang kampuang) sekilas gue dengernya gitu. Gue diceritain gitu hanya bisa senyum. Ya mau gimana, gitu lah kenyataannya. Gue beberapa kali memang pernah ke SUMBAR, tapi tidak untuk mengunjungi kampung Nyokap. Melainkan kampung teman gue atau kunjungan organisasi ke UNAND Padang.
Bapak yang kedua duduk dikursi yang tadi dipakai sama bapak yang pertama. Beliau cerita tentang wara-wirinya diseluruh Indonesia. Sudah hampir seluruh daerah beliau kunjungi, seperti Kalimantan, Sulawesi, Timor-timor (Timur Leste), Bali, NTT, dan wilayah lain diindonesia dari sabang sampai merauke.
Gue applause banget sama pengalaman orang zaman dulu. Seketika gue jadi ingat sama Bokap gue yang juga pengembara serta pengelana yang udah ngunjungin banyak daerah diIndonesia dan Asia seperti Malaysia dan Singapore.
Bapak yang kedua ini omongannya lebih berwibawa. Ya kebapakan banget lah. Gue hanya mendengar cerita beliau dengan baik (Seperti kata Nyokap, hargai orang yang lebih tua. Jadi gue gak mandang seperti apa pendidikannya yang jelas beliau lebih tua dan lebih banyak pengalaman dari gue yang belum ada apa-apanya)
Banyak pengalaman beliau yang buat gue Sureprised banget. Salah satunya beliau bilang pernah jadi kepala pengaman di UR belasan tahun silam. Waktu UR masih belum seperti sekarang. Menjadi pelopor keamanan terbaik dimasanya. Dimana ketika itu UR masih belum seperti kampus, tetapi lebih terlihat seperti tempat pacaran muda-mudi, tempat mojok, dan tempat huru-hara.  Kalau aja pada zaman sekarang beliau masih memimpin keamanan di kampus UR ya masalah kehilangan motor dan sepertinya gak perlu deh pakai sistem keamanan yang lagi implementasi di UR (Pendapat gue sih. Karna bapak ini kelihatan tegas dan GARANG. Mhihihihi)
Dari cerita beliau juga punya dua anak cowok dan dua anak cewek. Anak nomor tiga beliau bersikeras mau kuliah di UGM dan ditentang keras. Beliau gak mau anak perempuannya kuliah jauh tanpa pengawasan orangtua, gak dikasih izin. Akhirnya anak beliau kuliah di UR jurusan FMIPA Kimia smt 9. Udah skripsi dan baru aja melewati tahap Sempro senin lalu.
Beliau bilang, anak perempuannya boleh pacaran asalkan sama yang udah bekerja (Maksudnya gak minta uang sama orangtua lagi. Karna kalau anaknya jalan sama cowok itu, seenggaknya cowok ngebayarin makan dan jajan selama jalan. Kalau minta uang orang tua sama aja anak gadisnya menambah beban orangtua yang belum pasti bakal jadi mertuanya + SUMPAH INI BAGUS BANGET. Kalau cowok anaknya udah kerja juga gak masalah kan kalau emang ada niatan buat berumah tangga, beliau gak lagi khawatir jika anaknya dititipin sama lelaki yang seenggaknya buat makan anaknya bisa nanggung lah~)
Beliau juga cerita deket banget sama anak-anak ceweknya karna itu penting buat ngawasin dan mengontrol pertumbuhan anak perempuannya yang memang harus mendapatkan perhatian ekstra. Baginya anak perempuan adalah aset paling berharga, gak boleh lecet sedikitpun.
Beliau memberikan gue kuliah terbaik sebagai seorang Ayah menurut gue. Dimana beliau bilang jangan pernah memberikan kepercayaan 100% kepada lelaki manapun kecuali Ayah dan saudara sedarah. Karna hanya Ayah dan saudara sedarah yang berhak menitipkan luka dihati meskipun harus sedalam sumur.
Beliau bilang gak ada lelaki yang baik didunia ini hingga lelaki itu datang kerumahmu untuk meminta secara gentle kepada keluargamu. Menggantikan peran Ayah sebagai penjaga dan penangung dosa. Jangan percaya jika kamu diundang dalam acara apapun. Segelas air putih takkan pernah kamu sadari bahwa air itu ada obatnya, hingga kamu benar-benar tertidur dan sadar dalam keadaan tidak baik. Gue paham banget maksudnya. Nyokap gue juga sering bicara ginian.
Beliau pesan, jodoh gak bakal tertukar, gak bakal pergi kelain pelabuhan, gak akan mencari kelain tujuan. Kalau udah bergelar, punya kerjaan dan hidup dalam keadaan baik Jodoh akan datang mencari. Intinya, jaga diri sendiri sampai ada lelaki yang bersedia menjadi penjagamu kelak. 
Ayah dan Anak Perempuannya
Ada banyak yang kita tidak sadari ketika pacaran, dari dosa kecil hingga sebesar gunung yang biasanya muda-mudi mengatasnamakan cinta untuk menyamarkan dosa. Menghalalkan yang haram dan membenarkan keburukan. Karna ketika jatuh cinta, hati tertutup untuk kebaikan dan terbuka untuk keburukan. Hati buta oleh kebenaran dan melihat pada kesalahan.
Laki-laki baik tidak akan berani memacari tapi jika dia yakin wanitanya baik takkan mau kehilangan atau diklaim lelaki lain jadi miliknya. Jika ia belum mampu menikahi dia akan mendatangi orangtua wanitanya dan mengatakan sedang berusaha untuk mengklaim bahwa ia ingin putrinya dan TOLONG JANGAN BERIKAN PADA LELAKI LAIN SELAMA IA TENGAH BERUSAHA.
Kalimat beliau yang benar-benar keren bilang bahwa sebejat-bejatnya seorang ayah dimasa lalu atau masa kini nya takkan pernah memberikan izin kepada putrinya untuk jatuh pada lelaki bejat yang akan merusak anaknya. Sebaliknya, sebaik apapun seorang ayah baik masa lalu atau masa depannya jika tidak bisa membedakan lelaki baik atau buruk untuk putrinya sesungguhnya bukan hanya gagal sebagai seorang ayah namun jauh lebih hina jika disebut seorang lelaki.
INI SUGHOI BANGET.
Beliau juga bilang kadang suka kasihan sama anak-anak yang bisanya cuma morotin orangtua buat ini itu. Orangtuanya tau si anak kuliah dan tengah mencapai citacita tau-taunya kesana-sini. Ke club malam, huru-hara, ngedrugs. Bukan tentang berapa juta rupiah yang diminta sianak untuk kehidupannya yang bikin orangtua kecewa, tapi kerusakan kehidupan sianak kedepannya. Jika bisa dibayar dengan uang, ketika seorang anak gadis sudah tidak perawan, siayah pasti mau mengusahakan mencari berapapun agar kehormatan anaknya tetap terjaga hingga anaknya naik pelaminan.
Terakhir bapak ini nanya “Udah makan Desi?” karna sebelumnya sudah berkenalan dengan nama dan jurusan serta asal.
Gue jawab belum karna memang gue sama sahabat gue mau nyari makan. Karna keburu hujan dan sengaja berteduh jadi belum nemu nasi sampai malam gini. Meskipun udah nunjukin pkl. 21.00 WIB.
Waktu gue bilang belum, beliau ngeluarin uang senilai 30k terus nunjuk kesalah satu sudut gak jauh dari tempat gue berteduh, terus bilang “Ini uang, sana makan udah jam segini belum makan nanti kena magh. Kalau orangtuanya tau belum makan pasti marah. Bapak juga punya anak kalau jam segini belum makan pasti khawatir”
Gue udah nolak sebisa gue, tapi bapak itu bilang “Gak baik nolak rezeki” akhirnya gue nerima dan pergi ke arah tempat makan yang ditunjuk yang katanya enak dan murah. Jalan kaki. Kendaraan dan helm tetap gue parkir ditempat itu.
Benar deh, tempat yang ditunjuk bapak itu ternyata ampera nasi padang, bukan pondok nasi goreng seperti perkiraan gue awalnya. Setelah gue sama sahabat gue makan, gue balik lagi untuk kemudian mengambil motor dan berencana ingin langsung balik atau mencari tempat tongkrongan lain sekedar take a pict atau ngejus.
Ketika kami balik, bapak yang tadi ngasih uang udah berganti sama bapak lain yang gue kenal sebagai dosen universitas gue (tadi sempat kenalan juga, dan menjadi saksi gue dapat ceramah dari bapak yang ngasih banyak pelajaran dan cerita pengalaman berharga ke gue dan sahabat gue). Setelah pamitan dan mengatakan “sekalian sampein terimakasih kami dan kami pamit ya pak sama bapak yang tadi” ucap sahabat gue.
Lalu kami pergi menuju sebuah kafe yang pengen kami kunjungin.
Gue berencana mau ngeshare malam minggu gue kali ini karna setelah tiga tahun dipekan, gue baru ngalamin kejadian kayak gini sekali. Mendapatkan pelajaran berharga dari seorang yang tingkat pendidikannya dibawah gue tau pengalamannya segunung. Sifat kebapakan dan jika gue ngobrol sama Bokap kurang lebih bakal dapat nasehat seperti itu.
Baru aja kemarin gue ngebaca sebuah artikel dimana isinya adalah “kegalalan itu berawal dari ketika kau merasa telah mengetahui segala hal” sejak ngebaca pesan dari artikel itu gue berencana mengubah kebiasaan buruk gue dimana selalu merasa tau ini dan itu. Juga gue tengah dekat dengan seorang sahabat yang juga membawa dampak positif buat gue dimana sahabat gue ini memiliki kepribadian baik banget. Selalu berusaha menjadi pendengar yang baik meskipun tidak menyukai cerita silawan bicara, selalu merasa tengah belajar hal baru, mengatakan (LUAR BIASA, CERDAS dan bermacam-macam kalimat tasbih lainnya sebagai ucapan syukur) AllahuRabbi. Gue baru ngerasain ketika kita merasa kosong dan berusaha untuk menambah isi menjadi penuh, Allah naikkan kita dengan nilai yang lebih tinggi.
Seperti sebuah gelas, jika kita merasa gelas kita sudah penuh maka tidak akan ada tetesan cairan lain yang akan kita terima. Namun jika kita merasa gelas kita masih kosong, kita akan terus ditetesi dengan cairan lain yang mungkin cairan mengandung emas, intan dan berlian yang sangat berharga.
Ada banyak cara untuk menikmati kehidupan. Jika kita selalu bersyukur Allah bakal menambah kenikmatan yang kita rasakan. Sehingga kita takkan pernah merasa bahwa ada kekurangan dalam kehidupan kita. Jika kekayaan adalah segalanya tidak akan pernah terjadi kekosongan dalam diri pajabat dengan gaji puluhan bahkan ratusan juta rupiah sehingga ingin terus menambah dan menambah simpanan meskipun dengan cara yang tidak halal.
Jodoh takkan hilang, tulang rusuk takkan pernah tertukar. Jika kualitas dirimu benar-benar tinggi maka akan datang pasangan dengan kualitas yang sama untuk menjadi pendampingmu. Tidak perlu dicari akan datang jika sudah sampai pada waktunya. Jaga dirimu untuk menuntut pasangan yang terjaga
Sekian untuk cerita gue. Wassalam
(Jangan lupa buat ninggalin komentar, tanda lo pernah numpang lewat dipostingan gue yang ini. Terimakasih)

Petualangan 30 Hari di Desa Terpencil Teluk Binjai (Agung Dermawan - Universitas Bangka Belitung)

Sebuah kenangan manis dari Desa terpencil Teluk Binjai
Gue pernah janji disetiap surat untuk para keluarga KKN Kebangsaan untuk melanjutkan isi surat gue lewat blog, sebenarnya itu hanya alibi gue biar pengunjung blog gue nambah. Yagitu, gue memilih ngepost cerita lewat blog karna gue ngerasa selama KKN kemarin mood gue naik turun, apa karna diawali dengan cerita tunangan gue itu ya? Mood selama diposko paling baik hanya 50 persen, gak kebayang lah dimereka kalau ngeliat mood gue 100 persen, gue disangka orang gila kali seperti halnya di sekre tercinta atau lagi ngumpul bareng keluarga alien. Dimana gak ada keseriusan dan kemarahan yang bakal keluar dari diri gue kalau mood gue 100%.
Memulai perjalanan 30 hari didesa terpencil teluk binjai bersama 10 orang lainnya yang dipersatukan dalam #avengers29, begitulah gue lebih suka memanggil nama kelompok gue.
Khusus untuk postingan kali ini gue mau ngepost pandangan gue tentang teman-teman sekelompok gue sepanjang 30 hari didesa teluk binjai.
Manusia pertama yang mau gue ceritakan adalah Agung Dermawan (manteng = maho ganteng) sorry gung. Gue menempatkan doi diurutan pertama karna memang pada awalnya gue berharap bakal sangat dekat dengan seorang agung dermawan, tidak lebih karna memang di chat agung seru. Tapi seperti pada tulisan gue pada bulan november 2014 tentang keakraban pertemanan yang diawali di dunia maya, dan tentang orang yang asik didunia maya bakal seperti apa didunia nyata.
Ingat juga bahwa pulau Belitong udah masuk dalam daftar daerah yang paling ingin gue kunjungi setelah Jogja dan Aceh. Nah,dapat teman yang kuliah di Bangka seenggaknya buat gue bisa menghemat biaya atas pengeluran untuk penginapan di Pulau Bangka ntar seandainya gue jadi berkunjung.
Hari yang gue tunggu untuk bisa melihat dan berkenalan langsung dengan agung akhirnya terwujud, menunggu kedatangan delegasi Universitas Bangka Belitung di depan LPPM UR, 28 juli 2015. Melihat sepintas dari jauh dan menebak yang mana Agung Dermawan, kebetulan waktu itu gue bareng Fitri, bg Alfu dan Aidil (teman KKN yang bakal gue ceritain di postingan lainnya).
Gue ingat waktu itu agung hanya menyapa aidil dan alfu, gue akhirnya memutuskan pulang untuk nyelesaikan packing gue yang sempat terbengkalai hanya karna ingin bertemu dan melihat yang mana Agung dermawan.
(kecewa untuk pertama kalinya). Respon yang pertama kalinya dengan Agung dermawan. Oke gue jujur dengan respon seperti itu juga mood gue udah hancur duluan, gue udah firasat buruk gak bakal seindah cerita yang pernah gue karang untuk KKN Kebangsaan gue diposko ntar. Gue pulang dengan perasaan hancur berkecamuk berharap semua ini hanya mimpi, mimpi dimana gue bakal bahagia lagi hanya dengan bangun tidur (haha sumpah kalimat ini bercandaan doang ga serius ya gung. Ini dramatisasi gue aja. Jangan baper).
Gue ingat ketika di bus dalam perjalanan menuju desa kalau gue kebangun, gue pasti ngeliatnya ke arah agung. Ngeliatin mahkluk yang sekarang jadi begitu menyebalkan dalam fikiran gue, berharap doi bakal merubah mindset gue tentang doi yang ternyata sangat sangat ramah dan begitu bersahabat (harapannya sih gitu hehehe). Gak deh ini karna gue lagi ga sehat doang fikiran gue ngelantur kemana mana sampai gak bisa mikir sehat. Oke kembali kemikir sehat deeeeees-__-
Sepanjang mengenal agung di 30 hari desa teluk binjai, gue merasa aneh mengenal cowok seperti agung. Gimana enggak, dikampus gue sepanjang gue kenal sama cowok yang perfeksionis hanya ari, sekarang gue mesti ngadapin lagi yang jauh lebih dari ari. Lebih lagi ini soal makanan yang ga bisa disisa siapapun, minuman yang ga bisa disentuh oleh orang lain. Serta masakan yang apabila doi melihat langsung penyembelihannya gak bakal disentuh deh tu makanan apalagi dimakan. Gue masih ingat sama janji gue ke doi bakal masakin doi diposko ntar. Ya, setiap kali gue masak yang terniat adalah gue menjalankan kewajiban dalam saling bantu diposko serta menjalankan janji gue ke agung bakal masakin.
Gue juga mau ngakuin sesuatu yang mungkin bakal dibenci agung. Pernah sekali gue minum aqua kepunyaan doi, gue gak secara sengaja nyentuh dan minum itu minuman, waktu itu gue benar benar dalam kondisi haus sementara air di teko lagi habis habisnya, ada aqua botol yang isinya masih banyak disudut posko ya gue minum aja. Setelah minum gue baru sadar kalau disitu bisa aja minumnya agung. Mau ngaku takutnya agung ga mau minum lagi, padahal isi aquanya masih banyak banget. Sorry ya gung.
Dengar agung tiap hari nanyain tentang ini dan itu sama mbak iim gue gedek juga, malah kadang enek. Padahal seharusnya sih gak gitu ya gue. Banyak banget diantara pertanyaan yang disampaikan agung mau gue jawab, tapi ngeliat kondisi dan cara berpakaian gue selama diposko yang biasa aja gak sedalam kalau dikampus gue jadi minder sendiri, berasanya gak pantas gitu kalau ngejawab. Apalagi gue akui selama diposko gak banyak gue ngeluarin pendapat yang seharusnya. Kadang gue cuma senyum kadang gue suka nyela dalam hati setiap kesalahan dalam pemberian jawaban yang benar. Dan gue akui niat gue ingin puasa diposko, menjalankan ODOJ di posko jadi gagal total. Entah, gue ngerasa ga sebebas di sekre atau ketika lagi kumpul bareng anak alien. Atau memang gue gak sepenuhnya menjadi diri gue sendiri selama diposko. Gue seakan memakai topeng dan tidak berani melakukan hal yang sebiasanya gue kerjakan di keseharian hidup gue.
Berada dilingkungan yang islamnya kuat banget gue bersyukur, banyak ilmu yang gue dapat tentang dasar-dasar islam. Dari pengetahuan yang gue punya, gak sedikit juga yang dipertanyakan agung. Gatel udah lidah gue mau ngejawab tapi lagi-lagi. Gue pasti mandang ke diri sendiri. Berasa gak pantas gitu dengan penampilan keseharian gue. Ditambah kelakuan gue keanak cowok yang suka banget jadi alasan kenapa wudhu mereka batal. Des des -_- kebiasaan kalau sama Pincat, Fonda atau Yoga disekre.
Pokoknya sering banget gue diposko ngelakuin kebiasaan yang ga pernah gue lakuin sebelumnya selama di kost atau dirumah. Baik itu kebiasaan buruk maupun lain-lainnya yang lebih buruk lagi. Mungkin karna awalnya gue ngerasa jadi mahkluk resesif dan gak guna deh ilmu analisa dan sistem informasi yang gue pelajari bla bla bla dikampus selama lebih kurang tiga tahun.
Apa yang gue punya buat gue persembahkan ngebantuin kelompok gue masalah komputer ini dan itu, selain pendapat pendapat tentang api, karhutla, MPA, HTI, RAPP dan hal hal lain terkait masalah yang diangkat jadi tema KKN Kebangsaan. Pokoknya gue eneg dan bosan mengenai pembahasan itu. Gue dilema antara jurusan gue yang gak guna atau memang KKN ini yang ga seharusnya gue pelajari atau pedalami. Gue ngerasanya buat apa gue mendalami tentang desa dan karhutla, toh tahun depan tahun depannya lagi asap di Riau gak bakal hilang. Mau bertaruh? Ada banyak hal yang ga bisa dipahami oleh orang lain diluar Riau tentang asap di Riau. Baik untuk buka lahan maupun lainnya. Hanya saja gue gak mau komentar banyak untuk karhutla.
Gue bareng aguung dalam Team MPA, dimana gue bareng Bunga, Aidil, dan Koko (Akbar)à yang bakal gue ceritain juga di postingan lainnya nanti.
Didalam team gue ngerasa gabut banget, karna ga tau deh gue selalu dapat tugas yang ga gue pahami. Seperti diacara ramah tamah gue diletakkan dibagian konsumsi (kalau anak sekre tau, gue bakal kena hina deh lagi lagi dikonsumsi kak des? Gak ada tempat lain kalau bukan konsumsi pasti bagian uang deh. Ya gitu, gitu lah). Kedua gue dapat tugas ngantar undangan, baik undangan untuk agenda pembentukan MPA maupun undangan perpisahan bersama warga, lalu gue dapat tugas ngetik AD/ART yang bakal diubah (ini didalam kongres sebagai presidium satu, yagitu. Rasanya seperti ini, menghadapi orang yang keras kepala mengganti isi AD/ART yang diharapkan).
Gue juga pernah dengan sengaja melihat hal yang ditutupi agung (mandi disungai) gue ingat ketika agung mengatakan seperti ini “cewek jangan ada yang kesungai ya, kalau kalian kesungai aku gak mau mandi disungai lagi selama sebulan” (monggo gung, silahken kalau lo gak mau mandi disungai lagi. Itu gue penasaran abis, waktu gue ngeliat kesungai agung mandi pakai baju lengkap, baju lengan panjang warna ijo dengan tulisan GRS dan celana panjang. Apanya yang ga boleh diliat sih gung, apaaaa?
Gue terus terusan ingat waktu agung jadi yang terakhir makan dan dapat tugas nyuci piring tapi aduh duh, gue gak berani ngebayangin berapa jam agung bakal selesai nyuci piring sebelas orang itu. Akhirnya gue ambil alih.
Untuk pertama kalinya gue kepelabuhan ngikutin agung dan Ojik (peserta KKN yang bakal gue ceritain juga di postingan selanjutnya) makan mie rebus bareng Fitri juga.
Dilapangan tatapan sinis agung tentang kalimat “morotin pemuda desa” itu selalu bikin gue senyam senyum sendiri kalau ingat dan bakal rindu dengan tuduhan itu.
Keingat ketika agung menganggap serius tentang jesika yang nyuri ikan didapur yang dibawa mbak iim dan abidah, ikan yang baru aja gue bersihin sampe tangan gue bedarah. Itu sih yang bikin kesalnya, bukan ikannya tapi tangan gue yang keiris demi ngebersihin ikan tapi itu kucing malah dengan gampangnya nyolong ikan kami.
Gue juga ingat waktu agung dengan serius menanggapi masalah buang jesika jauh jauh, padahal sih sebenarnya gue sendiri suka banget sama kucing, gue hanya jadiin lelucon masalah jesika tapi agung malah baper. Kalau lu kerumah gue diduri, lu pasti langsung berubah pendapat deh tentang gue gung. Ada banyak banyak banget kucing dirumah gue yang dirawat sama keluarga gue, dari jaman bokap dirumah kami sekeluarga udah sayang banget sama kucing jadi gak mungkin gue buang kucing.
Agung dengan perform yang ngejatuhin RA** (SENSOOOOOR) banget ketika kunjungan, aduh itu gue applause banget deh gung ya. Sering sering lo ke RA** (SENSOOOOOR) pasti gak bakal dikasih pulang gung sama orang perusahaannya. Ntar pas kita balek udah tinggal nama dan kenangan aja ya gung. Hehehe
Gue rasa ini dulu deh buat agung, ntar kalau udah mood gue post lagi “AGUNG PART II”